News Update14 September 2017 08:29:38: ALUMNI MENGAJAR

Menpan RB Asman Abnur berbagi resep sukses di SMAN 1 Purworejo

Bookmark and Share
03 Januari 2017 - 08:57:26 » Diposting oleh : admin » Hits : 851
Menpan RB Asman Abnur berbagi resep sukses di SMAN 1 Purworejo

Jangan Pelit Dengan Cita-Cita, Kesuksesan Tidak Akan Dicapai Dengan Kemalasan 

Orang yang berhasil adalah orang yang dengan cepat menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi, bukan orang yang hanyut dalam rutinitas belaka. Selain itu, memiliki cita-cita atau rencana besar juga perlu, sehingga janganlah kita pelit dengan cita-cita. 

Jalan hidup haruslah ditempuh dengan serius, tidak ada orang yang berhasil dari kemalasannya. Orang akan berhasil jika mereka memiliki waktu bekerja lebih panjang dibandingkan waktu untuk tidur. 

Ungkapan itu meluncur dari bibir Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Asman Abnur di depan dewan guru dan siswa SMAN 1 Purworejo disela kunjungan kerjanya di Kebumen dan Purworejo, kemarin (27/12). Kesempatan berhadapan dengan siswa dimanfaatkannya untuk memberikan kunci sukses keberhasilan seseorang dalam menggapai cita-citanya. 

Perjalanan panjang telah ditempuhnya sebelum sampai di posisi yang ditempatinya sekarang. Beragam pengalaman dicurahkan kepada siswa dari penolakan terhadap cita-citanya oleh orang tua hingga adanya jalan pintas untuk menggapai sesuatu. 

"Saya lulus dari kuliah pada tahun 1984. Kebanggaan muncul, apalagi waktu itu saya sudah diterima di salah satu bank terkemuka. Bank Sentral waktu itu adalah Bank Indonesia. Kelulusan dan penerimaan kerja itu saya sampaikan ke orang tua saya di Batam," kata Asman mengawali ceritanya. 

Tapi ternyata orang tuanya tidak sependapat dengan keinginannya menjadi pria berdasi. Alasannya jelas, sebagai seorang pegawai, dirinya dinilai hanya akan mampu menghidupi keluarganya atau hanya anak dan istrinya saja. Padahal sebagai anak dari 8 bersaudara, masih banyak tanggungjawab yang harus diembannya. 

"Saya nggak mau kamu jadi pegawai negeri, karena proyeksi orang tua saya adalah menjadi pengusaha. Dimana pengusaha akan bisa membantu mencukupi kebutuhan keluarga saya nanti dan juga saudara saya," imbuh Asman sambil mengutip jawaban orang tua atas keinginannya. 

Dirinya mengaku sempat menangis mendapat penolakan dari orang tua. Hanya saja dirinya berpikir positif dan mencoba mengikuti keinginan orang tuanya. Apalagi dalam pemikirannya, sebagai seorang yang memiliki gelar sarjana, dalam dunia perdagangan pasti akan memiliki perbedaan dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki latar belakang lebih rendah. 

"Berselang setahun, saya berpikir untuk nyambi selain jadi pengusaha yakni melamar jadi Guru. Profesi ini saya jalani selama tiga tahun dari tahun 1985-1988. Saya waktu itu ngajar Akuntansi dan Bisnis karena sebagai guru di SMK di kota Batam," tambahnya. 

Seiring dengan perkembangan waktu, bisnis yang dirintisnya mulai menunjukkan hasil. Profesi guru yang dijalani juga cukup berat karena harus berada di sekolah dari pagi hingga siang bahkan sore hari karena waktu itu lembaga pendidikannya masih sedikit. Muncul juga dalam benaknya, ternyata menjadi seorang guru itu tidak bisa kaya. 

"Saya punya kesimpulan itu, saya harus fokus bisnis kalau ingin kaya. Tapi menjadi guru juga menjadi kebanggaan saya, setidaknya saya memiliki sertifikat guru selama tiga tahun," kata lelaki yang menggantikan posisi Yuddy Chrisnandi sebagai menteri ini. 

Sukses menjadi pebisnis, dirinya mulai terjun ke dunia politik dan menjadi anggota DPRD Kota Batam. Tahap selanjutnya adalah menjalani amanah masyarakat sebagai wakil walikota. Hal inilah yang dinilai sebagai salah satu jalan pintas yang ditempuh untuk mempercepat langkahnya. 

"Kalau saya jadi PNS, mungkin akan panjang waktunya hingga posisi saat ini. Karena harus naik dari beberapa golongan, mengikuti sespim dan sebagainya. Tapi ternyata dunia usaha itu bisa menjadi jalan pintas untuk mencapai cita-cita," tambahnya. 

Di hadapan siswa, Asman mendorong agar anak-anak memiliki cita-cita yang besar dalam kehidupannya. Rencana besar perlu dipikirkan sebagai penyemangat untuk selalu berusaha. Tanpa ada cita-cita besar, mustahil semuanya akan terengkuh dan tercapai. 

"Jangan pelit dengan cita-cita. Bercita-citalah jadi Gubernur Jawa Tengah, juga bercita-citalah sebagai menteri dan sebagainya," kata Asman. 

Kepala SMAN 1 Purworejo, Padmo Sukoco mengaku bangga dengan kehadiran Menpan RB Asman Abnur bersama Kepala Lembaga Administrasi Nasional Adi Suryanto serta Sekretaris Kementrian PAN RB Dwi Wahyu Atmadji ke sekolahnya untuk memberikan motivasi kepada guru dan siswa. Diharapkan pernyataan dari Menpan RB akan menjadi landasan kerja bagi guru serta penyemangat siswa dalam menggapai cita-citanya. 

Usai memberikan motivasi, Asman Abnur menyempatkan menuliskan pesan-pesannya dalam papan yang telah disiapkan pihak sekolah. Adapun pesan yang dituliskannya adalah "Cita-cita besar diikuti dengan kerja keras akan menghasilkan karya besar. Keberhasilan itu bisa dicapai dengan kerja keras. Jangan berhenti berinovasi".

Tags :

Info Terkait

Tinggalkan Komentar

  • Nama
  • Website
  • Komentar
  • Kode Verifikasi
  • 110 + 4 = ?
Banner
IN HOUSE TRAINING
PASKIBRAKA SMANSA
PROFIL SISWA SMANSA
OUTBOND IHT
HALAL BIHALAL 2016
TEAM ROBOT SMANSA
MOTIVASI MENPAN
WAKIL GUBERNUR MENGAJAR
PELANTIKAN PKS
HARI RAYA IDUL ADHA QURBAN
DOLALAK SMANSA
GURU SAAT ALUMNI MENGAJAR
PAMITAN GURU SMA1 YANG KE AUSTRALIA
PAMERAN SAAT WAGUB MENGAJAR
Hubungi Kami
SMA NEGERI 1 PURWOREJO
Jalan Tentara Pelajar 55 Purworejo
Telepon : (0275) 321537 & 321241
Fax : (0275) 321537
Email : sma1pwj@yahoo.com
Chatting
Statistik Member
Member:126 Orang
Member Aktif:126 Orang
Member Baru Hari Ini:0 Orang
Statistik Pengunjung
Pengunjung Online:4
Total Pengunjung:63401
Total Hits:230575